Indonesia? Emang Gue Pikirin
allthethingsyouforgottonotice:
YOU LOOK BEAUTIFUL
SHE TOTALLY DOES
INDEED! and I love the dress!
forever means forever no mather what happends… - thrilld.com from http://www.thrilld.com/entry/19725/forever-means-forever-no-mather-what-happends
Hah biasa dah pasti kebanyakan orang tau tentang STAN itu cuma akuntansi sama pajak. Selebihnya? Ga tau kayaknya. Atau hanya dipandang sebelah mata? Pasti kalo gue ditanya: “Jurusan apa di STAN?”, terus gue jawab: “PPLN”, pasti pada balik nanya: “PLN PPLN apaan tuh?”.
Ya, itu cuma introduksi untuk mengawali posting gue ini. Berkali-kali gue udah posting di tumblr ini tentang PPLN. Itu semata-mata hanya untuk membuat gue yakin dan mantap akan pilihan yang gue dapet ini. (Hahaha-seeeek bahasanya dewasa banget!)
Kuliah perdana, tanggal 4 Oktober 2010, gue awali dengan masuk kelas J101 Gedung J Kampus STAN. Wiiih gue sih udah ga kaget lagi kalo spes gue, PPLN, dan anggaran udah pasti kuliah di gedung kembar (gedung I dan J). Pas gue masuk, beeeeeeeh, beda banget sama ruangan kelas gue waktu di SMA. Ruangannya ber-AC sentral, papan tulisnya dilapisi kaca, bangku dan mejanya juga oke, ada infocus permanen pula. (Naaaang, stop promosi ah!). Wah sebenernya pengen gue tampilin foto-fotonya di posting gue kali ini, tapi ya maaf ya gue belum sempet foto-foto.
Sebelum kuliah perdana, diadakan pemilihan ketua kelas pas hari terakhir Dinamika (Studi Perdana Memasuki Kampus). Dan singkatnya, gue mencalonkan, dan terpilih! Weeeeeee! Ketua kelas di STAN beda banget pas gue jadi ketua kelas XII IPA 4 di SMA 48. Yang ini lebih repot, disuruh sana-sini, ngambil terus ngebalikin absen ke Sekretariat Pusat, ngambil infocus-masang-nyalain-matiin, hah begitu deh pokoknya.
Kembali ke kuliah perdana. Di kelas gue ini cuma beranggotakan 23 orang termasuk gue. Unggul 1 orang dibanding kelas B-nya. Gue ambil positifnya, pasti lebih gampang kalo diajak koordinasi terus mudah-mudahan kompak dan solidaritasnya pun gampang. Amin.
Udah hampir 1 bulan berjalan, gue juga udah mulai ngerasain kekompakan kelas gue, 1-A PPLN. Di sini gue juga ga belajar tentang akademik, tapi belajar menghargai lebih temen-temen gue karena berlatar belakang berbeda, walaupun kebanyakan sih orang Jawa. Ya, mereka semua asik ternyata! Ayo semuanya, kita masuk bersama, keluar juga harus sama-sama. Jangan ada yang DO ya!
Untuk memberi identitas, gue dan temen-temen sepakat untuk memakai nama Mozilla (The Most Amazing in Claim and Auction Class of 1-A). Mozilla itu bukan sembarang nama, Mozilla udah mengalami dua kali proses voting mengalahkan para pesaing-pesaing konyolnya.
Nah ini para pesaingnya -yang gue inget:
1. PELANA ASU (Piutang Lelang Negara A-Satu)
2. ASU PPLN (A-1 PPLN)
3. AKSES SATA PPLN (Angkatan Spesialisasi Satu-A PPLN)
4. PLUS (Piutang Lelang Untuk Semua)
5. PEGASUS (Piutang Lelang Negara Satu Untuk Semua)
Ada 4 lagi, tapi gue lupa. Hah! Kertas autentiknya juga gue buang. Ga kepikiran kalo suatu saat bakal berguna buat yang kayak begini ya.
Nah, terus si Wigas langsung inisiatif bikin grup tertutup untuk 1-A. Di grup inilah gue merasakan solidaritas yang begitu berarti (#unyumoment). Dalam hitungan menit pasti ada notification di profil gue. Setiap share post pasti ada yang nanggepin dan itu gak main-main, kita malah ngerumpi pas komen-komenan itu. Rata-rata komentar yang diposkan berjumlah di atas 60! Waw! Pertahankan kekompakan kita ya kawan!
Solidaritas muncul ketika latar belakang berbeda disatukan. -Danang Nur Fauzan